Kabut asap karhutla adalah kabut polutan dari kebakaran hutan dan lahan yang membawa partikel halus dan gas ke udara yang kita hirup. Artikel ini menjelaskan penyebabnya, dampaknya bagi seluruh tubuh, cara membaca ISPU, memilih masker dan air purifier, serta kapan harus ke dokter, supaya kamu lebih siap melindungi diri dan keluarga.
Apa Itu Kabut Asap Karhutla?
Kabut asap karhutla adalah kabut polutan: udara tampak keruh karena partikel kering dari pembakaran, bukan karena tetesan air. Menurut BMKG, kabut uap air terbentuk dari titik air, sedangkan kabut polutan terbentuk dari partikel polutan.
Perbedaan ini penting karena cara menanganinya berbeda. Kabut uap air hilang dengan sendirinya seiring cuaca membaik, sementara kabut polutan butuh langkah perlindungan diri.
Apa Bedanya dengan Kabut Embun Pagi?
Kabut embun biasanya hilang saat matahari naik dan tidak berbau. Kabut asap berbau terbakar dan bisa membuat mata perih. Kabut ini juga sering lebih pekat dari malam hingga pagi karena angin lebih tenang (BMKG Kotawaringin Timur via Metro TV, 20 Jul 2026).
Istilah yang Sering Muncul
- Karhutla: singkatan dari kebakaran hutan dan lahan.
- Haze: istilah internasional untuk kabut asap.
- PM2.5: partikel halus berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang bisa masuk ke saluran napas.
- Titik panas (hotspot): lokasi yang terdeteksi satelit sebagai indikasi awal kebakaran.
Apa Penyebab Kabut Asap Karhutla?
Penyebab langsungnya adalah kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran lebih mudah meluas saat kemarau panjang dan lahan kering, dan asapnya menyebar mengikuti arah angin. Adanya api sendiri salah satunya berasal dari pembukaan lahan dengan cara membakar disebut BMKG memperparah titik panas (Tirto, 2018). Faktor ini sering berulang setiap musim kemarau di berbagai wilayah. Ditambah lagi dengan adanya kemarau panjang, hari tanpa hujan, dan lapisan inversi mendukung terbentuknya kabut polutan (BMKG via iNews).
Apa Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan? Bukan Hanya Paru-Paru
Partikel halus PM2.5 dari asap bisa masuk ke saluran napas dan memicu ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), terutama pada anak, ibu hamil, lansia, dan penderita asma atau penyakit paru (Kemenkes, 21 Agu 2026). Dampaknya tidak berhenti di paru-paru.
Dampak Kabut Asap bagi Tubuh Manusia
| Bagian Tubuh |
Dampak |
Sumber |
| Saluran napas |
ISPA, batuk, sesak napas, radang tenggorokan, asma |
Mongabay, 15 Sep 2026 |
| Mata dan kulit |
Iritasi |
Mongabay, 15 Sep 2026 |
| Jantung dan pembuluh darah |
Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke pada kelompok rentan |
Wamenkes via Okezone, 31 Agu 2026 |
| Tubuh secara keseluruhan |
Risiko kanker paru dan gangguan kardiovaskular serta penurunan kualitas kesehatan |
BMKG via iNews |
Siapa yang Paling Rentan?
Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita komorbid termasuk kelompok paling rentan. Kemenkes meminta fasilitas kesehatan memprioritaskan perlindungan ekstra bagi mereka (Kemenkes, 26 Agu 2026). Untuk kelompok produktif yang harus bekerja atau beraktivitas, Kemenkes menyarankan membatasi aktivitas luar ruangan dan memakai masker saat berada di luar.
Bagaimana Cara Membaca Data ISPU dan BMKG?
ISPU / Indeks Standar Pencemaran Udara adalah angka tanpa satuan yang menggambarkan mutu udara di satu lokasi. Makin tinggi angkanya, makin buruk udaranya. Di Indonesia, kategorinya mengacu pada Permen LHK No. 14 Tahun 2020.
Tabel Kategori ISPU / Indeks Standar Pencemaran Udara
| Nilai ISPU |
Kategori |
Arti |
Tindakan |
| 0 - 50 |
Baik |
Tidak berdampak negatif; aktivitas luar ruangan masih bisa |
Aman untuk seluruh aktivitas |
| 51 - 100 |
Sedang |
Masih dapat diterima |
Masih bisa beraktivitas di luar rumah; gunakan masker jika diperlukan |
| 101 - 200 |
Tidak Sehat |
Merugikan manusia, hewan, tumbuhan |
Kurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan, gunakan masker standar (N95/KN95) saat berada di luar, serta tutup jendela rumah dan gunakan air purifier di dalam ruangan |
| 201 - 300 |
Sangat Tidak Sehat |
Meningkatkan risiko pada kelompok sensitif |
Batasi aktivitas di luar ruangan dan utamakan kegiatan di dalam rumah, serta wajib menggunakan masker pelindung tinggi jika terpaksa keluar |
| Di atas 300 |
Berbahaya |
Merugikan kesehatan serius, perlu penanganan cepat |
Tetap berada di dalam ruangan, hindari seluruh aktivitas luar rumah, dan nyalakan pembersih udara |
Bagaimana Memilih Masker untuk Asap Karhutla?
Untuk asap yang cukup pekat, pedoman Kemenkes menyebut masker N95 (respirator yang menyaring minimal 95% partikel halus) sebagai yang paling efektif mencegah partikel masuk ke saluran napas, bagi orang yang harus berada di luar ruangan. Pedoman yang sama tidak merekomendasikan N95 untuk dipakai di dalam rumah, oleh anak-anak, dan ibu hamil (Kepmenkes HK.01.07/Menkes/2321)
Kriteria Memilih
- Pilih respirator partikulat untuk asap pekat.
- Pastikan menutup hidung dan mulut tanpa celah.
- Ganti masker jika basah, rusak, atau terasa sulit bernapas.
- Tanya tenaga kesehatan untuk anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit paru.
Bagaimana Memilih Air Purifier dan Menjaga Udara di Dalam Rumah?
Di dalam rumah, langkah Kemenkes adalah mengurangi aktivitas di luar, menutup rapat sirkulasi udara luar, dan memakai penyaring udara (Kemenkes, 26 Agu 2026). Air purifier membantu bila sesuai dengan luas ruangan.
Kriteria Air Purifier
- Filter HEPA untuk menyaring partikel halus.
- CADR (Clean Air Delivery Rate, kecepatan pembersihan udara) yang sesuai dengan luas ruangan.
- Jadwal penggantian filter yang jelas.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, atau iritasi mata berat. Jangan menunggu kondisi memburuk (Kemenkes, 21 Agu 2026).
Gejala ISPA yang Perlu Dipantau
Batuk, pilek, demam, dan nyeri tenggorokan adalah gejala yang perlu diwaspadai dan dipantau perkembangannya.
Menyiapkan Keuangan Menghadapi Musim Kabut Asap
Musim kabut asap bisa membawa pengeluaran tak terduga, mulai dari masker dan perlengkapan sampai biaya berobat. Dana darurat membantu kamu menghadapinya tanpa panik.
- Pisahkan kebutuhan vs keinginan.
- Sisihkan dana darurat sedikit demi sedikit.
- Bila perlu mengajukan kredit, pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar.
Bila kamu memerlukan dana tambahan untuk kebutuhan ini, JULO Kredit Digital bisa menjadi salah satu alternatif kredit dan paylater bagi nasabah yang membutuhkan dengan limit kredit s/d Rp50.000.000, tenor fleksibel s/d 12 bulan dan bunga rendah dari 0,1% per hari. Dengan satu aplikasi, kamu bisa pakai banyak fitur dari tarik dana sampai belanja di e-commerce untuk penuhi kebutuhan medis yang mendesak dan tidak bisa ditunda.
Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, serta tersedia di Google Play dan App Store iOS.
Baca Juga: Darurat Medis? Jangan Panik, Ada JULO Sebagai Solusi Cepat Saat Keuangan Menipis
--
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu kabut asap karhutla? Kabut polutan dari kebakaran hutan dan lahan, berisi partikel halus dan gas yang bisa terhirup.
Apa bedanya kabut asap dengan kabut biasa? Kabut biasa terbentuk dari titik air, sedangkan kabut asap terbentuk dari partikel polutan.
ISPU berapa yang tergolong tidak sehat? Nilai 101 - 200 tergolong Tidak Sehat. Di atas 200 masuk kategori Sangat Tidak Sehat, dan di atas 300 masuk kategori Berbahaya.
Perlukah air purifier saat kabut asap? Kemenkes menyebut penyaring udara dalam ruangan sebagai salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan.
Kapan harus ke dokter? Segera periksakan diri saat mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, atau iritasi mata berat.
--