Daftar Isi
Apa Itu Fintech?
Bagaimana Cara Kerja Fintech?
1. Pengaplikasian Fintech
2. Pengguna Fintech 
3. Memungkinkan Pengajuan Pinjaman
4. Dapat Digunakan Masyarakat dengan Mudah
Daftar Isi
Apa Itu Fintech?
Bagaimana Cara Kerja Fintech?
1. Pengaplikasian Fintech
2. Pengguna Fintech 
3. Memungkinkan Pengajuan Pinjaman
4. Dapat Digunakan Masyarakat dengan Mudah

Mengenal Bagaimana Cara Kerja Fintech, Industri Modern Saat Ini

bagaimana cara kerja fintech

JULOvers semua apakah sudah tahu bagaimana cara kerja fintech? Tanpa kamu sadari, fintech kemungkinan besar memegang peran penting dalam kehidupan pribadi dan profesionalmu sehari-hari. 

Contohnya, kamu mungkin menggunakan mobile banking untuk menerima gaji setiap bulannya, mengakses aplikasi traveling untuk memesan tiket pesawat saat ingin liburan, memesan ojek online, atau membeli stok makanan di aplikasi e-commerce. Seluruh aktivitas ini adalah bentuk penggunaan fintech.

Jadi, tidak mengherankan jika pada tahun 2019 saja, hampir dua per tiga (64%) populasi dunia sudah menggunakan aplikasi fintech. Lantas, sebenarnya apa, sih, fintech itu? Bagaimana cara kerjanya? Mari simak ulasan selengkapnya berikut ini, JULOvers!

Apa Itu Fintech?

Apa Itu Fintech
Sumber: Pexels

Fintech adalah singkatan dari financial technology (teknologi keuangan), JULOvers. Istilah umum ini digunakan untuk teknologi yang pada dasarnya mendigitalisasi layanan keuangan tradisional. Fintech mengacu pada software, algoritma, serta aplikasi untuk desktop dan seluler. 

Dalam beberapa kasus, fintech juga mencakup hardware seperti celengan yang terhubung ke internet. Platform fintech memungkinkan tugas-tugas run-of-the-mill seperti menyetorkan cek, memindahkan uang antar rekening, membayar tagihan, atau mengajukan permohonan bantuan keuangan menjadi lebih efisien. 

Fintech juga memfasilitasi konsep yang rumit secara teknis, termasuk peer-to-peer lending dan pertukaran crypto. Bisnis mengandalkan fintech untuk banyak hal seperti pemrosesan pembayaran, transaksi e-commerce, dan akuntansi.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Peer to Peer Lending yang Sedang Menjadi Tren

Di tengah pandemi Covid-19, khususnya, semakin banyak bisnis beralih ke fintech untuk menerima pembayaran tanpa kontak atau mengadopsi kemajuan berbasis teknologi lainnya.

Bagaimana Cara Kerja Fintech?

Bagaimana Cara Kerja Fintech
Sumber: Pexels

Fintech memberi masyarakat umum dan bisnis akses ke layanan keuangan tradisional dengan cara inovatif yang sebelumnya tidak tersedia. Berikut penjelasan bagaimana cara kerja fintech.

1. Pengaplikasian Fintech

Pengaplikasian Fintech
Sumber: Pexels

Untuk mengetahui bagaimana cara kerja fintech, pertama-tama kamu perlu mengetahui beberapa contoh pengaplikasiannya, JULOvers. Berikut beberapa contoh pengaplikasi fintech:

  • Crowdfunding (Penggalangan Dana) - Pada platformnya, fintech memungkinkan pengguna internet dan aplikasi untuk mengirim atau menerima uang dari orang lain, JULOvers. Fintech juga memungkinkan individu atau bisnis tertentu untuk mengumpulkan dana dari berbagai sumber pada satu platform.
  • Mata Uang Kripto - Platform pertukaran kripto seperti Coinbase mencocokkan pembeli dengan penjual Bitcoin dan Altcoin. Blockchain dan cryptocurrency adalah beberapa contoh fintech di luar perbankan tradisional.
  • Mobile Payments (Pembayaran Seluler) - Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan aplikasi pembayaran seluler seperti Apple Pay meningkat secara eksponensial. Hal ini tidak lain berkat penggunaan fintech
  • Asuransi - Jasa asuransi yang menggunakan fintech disebut insurtech, JULOvers. Insurtech mencakup semuanya, mulai dari asuransi mobil, asuransi rumah, hingga perlindungan data.

2. Pengguna Fintech 

Pengguna Fintech
Sumber: Pexels

Fintech umumnya digunakan oleh dua sektor utama, JULOvers. Dua sektor utama yang dimaksud yaitu:

  • Bisnis-ke-Bisnis (B2B) - Fintech digunakan oleh bisnis untuk mendapatkan pinjaman, pembiayaan, dan layanan keuangan lainnya melalui HP. Selain itu, fintech juga memungkinkan platform berbasis cloud menyediakan layanan berorientasi perusahaan yang memungkinkan perusahaan untuk mengakses dan mengelola data keuangan.
  • Bisnis-ke-Konsumen (B2C) - Fintech digunakan di beberapa aplikasi B2C seperti PayPal yang memungkinkan pengguna mentransfer uang melalui internet. Aplikasi penganggaran memungkinkan pengguna melacak keuangan. Ada juga perusahaan yang menyediakan layanan seperti asuransi dan kredit secara digital.

3. Memungkinkan Pengajuan Pinjaman

Memungkinkan Pengajuan Pinjaman
Sumber: Pexels

Fintech juga bekerja dengan cara memungkinkan pengajuan pinjaman atau kredit secara digital, JULOvers. Salah satu contohnya adalah JULO Kredit Digital.

JULO adalah platform kredit digital di Indonesia yang telah mengantongi izin dan mendapat pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga pasti aman. Dengan JULO Kredit Digital, JULOvers bisa bayar tagihan e-commerce anti ribet dengan aplikasi paylater. Kamu juga bisa manfaatkan promo siap melesat berupa cashback biar makin cuan. 

Berikut beberapa kemudahan pakai paylater di JULO yang perlu JULOvers ketahui:

  • Limit hingga Rp15.000.000 - JULOvers bisa menikmati limit kredit digital hingga Rp15.000.000 dalam sekali pengajuan. Sisa limit kredit pun bisa tetap dipakai tanpa harus menunggu pelunasan.
  • Tenor Panjang - Pinjaman di JULO bisa kamu cicil sampai 9 bulan. Dengan begitu, bayar cicilan pun jadi semakin mudah dan ringan.
  • Banyak Platform - Kamu bisa bayar tagihannya lewat Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee. Pembayaran jadi mudah hanya lewat satu aplikasi JULO Kredit Digital.

bayar tagihan online Julo

4. Dapat Digunakan Masyarakat dengan Mudah

Dapat Digunakan Masyarakat dengan Mudah
Sumber: Pexels

Umumnya, kamu bisa menggunakan layanan fintech dengan mudah lewat beberapa langkah berikut:

  • Mengisi identitas diri - Kamu harus mengisi identitas diri saat pertama kali mengunduh aplikasi fintech. Informasi ini akan digunakan oleh penyedia aplikasi fintech untuk menganalisis aplikasi yang kamu gunakan dan menghitung skor kredit. Selama kamu memilih aplikasi fintech tepercaya yang diawasi oleh OJK, kamu tidak perlu khawatir karena data pribadimu sebagai peminjam akan digunakan untuk keperluan yang benar.
  • Menunggu approval - Setelah mengisi data diri dengan benar, kamu hanya perlu menunggu hasil proses approval. Jika pengajuan pinjamanmu disetujui, maka pihak penyedia jasa akan mengirimkan notifikasi.
  • Diawasi oleh OJK - Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu tidak perlu khawatir menggunakan aplikasi fintech yang sudah diakui dan diawasi oleh OJK. Sebab, aplikasi fintech yang menjalankan bisnisnya di bawah pengawasan OJK dijamin tidak akan menyebarkan data pribadi atau melakukan penagihan di luar etika untuk kepentingan lainnya.

Nah, demikian penjelasan mengenai bagaimana cara kerja fintech, JULOvers. Kalau kamu membutuhkan layanan kredit secara digital, kamu bisa memanfaatkan berbagai produk pinjaman JULO. JULO menawarkan proses pengajuan yang mudah dan pencairan dana pinjaman yang cepat. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel Lainnya

Keuangan & Bisnis
peluang usaha modal kecil
Keuangan & Bisnis
tips hemat belanja bulanan