manajemen risiko keuangan

Memahami Manajemen Risiko Keuangan

Di dalam bisnis, pasti akan ada berbagai macam risiko (risk) yang mungkin dapat dihadapi suatu hari nanti. Maka dari itu, penting bagi JULOvers untuk memahami segala informasi mengenai manajemen risiko keuangan.

Melalui artikel ini, JULO akan memberikan informasi lengkap seputar pengertian dari manajemen risiko keuangan yang perlu JULOvers ketahui. Selain itu, sebagai informasi tambahan kami juga akan menjelaskan mengenai cara pengelolaan risiko keuangan.

Apa Itu Manajemen Risiko Keuangan?

apa itu manajemen resiko keuangan
Sumber: Pexels

Risiko keuangan atau financial risk merupakan bentuk kerugian yang dapat dihadapi oleh setiap bisnis. Hal ini dapat terjadi dikarenakan oleh berbagai faktor, baik faktor terduga maupun tidak terduga.

Untuk menghindari atau meminimalisir terjadinya risiko keuangan, maka perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen. Jadi, manajemen risiko keuangan adalah cara yang dapat dilakukan oleh bisnis dalam menyusun strategi dan memilih langkah yang tepat dalam mengantisipasi terjadinya risiko keuangan pada masa yang akan mendatang.

Baca Juga: Perhatikan Hal Berikut Ini Sebelum Memulai Usaha Sampingan!

Bagaimana Cara Melakukan Manajemen Risiko Keuangan?

Dalam melakukan manajemen risiko keuangan, ada serangkaian proses yang perlu dilakukan seperti penjelasan di bawah ini, yaitu:

1. Mengidentifikasi Risiko

mengidentifikasi resiko keuangan
Sumber: Pexels

Tahapan pertama yang perlu dilakukan dalam melakukan manajemen risiko keuangan adalah dengan mengidentifikasi risiko yang dapat muncul dalam suatu bisnis. Identifikasi risiko dapat membantu perusahaan memahami risiko yang dapat muncul pada masa mendatang serta menentukan strategi apa yang dapat digunakan untuk dapat menghadapi risiko tersebut.

2. Membuat Indikator Penilaian dan Tanggapan Risiko

seseorang menunjuk kertas kinerja keuangan
Sumber: Pexels

Setelah risiko keuangan teridentifikasi, maka selanjutnya, perlu dibuat indikator penilaian dan tanggapan risiko. Apa itu indikator penilaian risiko dan tanggapan risiko?

Indikator penilaian risiko digunakan untuk menilai tingkat kerugian yang mungkin akan dihadapi. Dari hasil indikator penilaian yang didapat, maka dibuatlah tanggapan akan risiko keuangan yang akan terjadi tersebut.

Tanggapan risiko keuangan berfungsi untuk menentukan langkah apa yang dapat diambil sesuai dengan indikator penilaian dari risiko keuangan yang terjadi pada masa mendatang. Tanggapan risiko keuangan ini sendiri ada berbagai macam mulai dari risk avoidance, risk sharing, risk reduction, hingga risk acceptance.

kredit digital Julo

3. Menyusun Perencanaan Manajemen Risiko Keuangan

menyusun rencana manajemen resiko keuangan
Sumber: Pexels

Di tahapan selanjutnya, kita masuk ke dalam perencanaan manajemen risiko keuangan. Pada tahapan ini, perlu dibuat perencanaan atau strategi secara rinci, sesuai dengan hasil dari indikator penilaian dan tanggapan risiko keuangan yang telah didapat sebelumnya.

Baca Juga: Pinjaman Online, Kenali 5 Pembeda Antara Legal & Ilegal!

 

4. Mengimplementasi Strategi yang Sudah Disusun

mengimplementasikan strategi untuk mendapatkan hasil
Sumber: Pixabay

Strategi yang telah disusun dan disepakati oleh pihak manajerial akan diimplementasikan dalam bisnis tersebut. Tahapan ini sangatlah penting karena jika terjadi sebuah error atau kesalahan saja, maka akan timbul dampak yang dapat merugikan perusahaan.

Baca Juga: 4 Tujuan Manajemen Keuangan

Pada tahapan ini, setiap orang yang terlibat di dalam strategi yang telah disusun harus memiliki komunikasi yang baik untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik. Dengan demikian, tingkat keberhasilan dari strategi yang telah diimplementasikan dapat memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

5. Mengawasi dan Mengevaluasi Strategi yang Dijalankan

seorang eksekutif sedang berkonsultasi dengan pegawainya
Sumber: Pexels

Tahapan terakhir yang perlu dilakukan yaitu mengawasi serta melakukan evaluasi terhadap strategi yang dijalankan. Tahapan ini penting untuk melihat hal apa yang perlu diperbaiki ketika sebuah strategi sedang berlangsung atau untuk strategi selanjutnya.

Apa Saja Jenis Jenis Risiko Keuangan Yang Harus Kamu Ketahui?

Untuk dapat mengelola risiko keuangan dengan lebih baik, tidak ada salahnya kamu mengenal jenis jenis risiko keuangan yang dapat mengancam keuangan kamu. Secara garis besar, ada tiga jenis risiko keuangan yang harus kamu pahami.

1. Risiko Murni dan Spekulatif

pasar saham memiliki banyak risiko spekulatif
Sumber: Pixabay

Risiko murni adalah risiko yang apabila terjadi akan menimbulkan kerugian atau loss bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Apabila risiko tersebut tidak terjadi, pihak-pihak yang berkepentingan tidak mendapatkan keuntungan atau profit.

Misalnya, ketika kamu mengalami kecelakaan saat berkendara, kamu mungkin kehilangan kendaraan kamu karena rusak. Tetapi, jika kecelakaan tidak terjadi, maka tidak ada yang berubah dari kehidupan kamu.

Berbeda dengan risiko murni, risiko spekulatif adalah risiko yang jika terjadi akan memberikan kerugian. Namun, jika risiko tersebut tidak terjadi, pihak-pihak yang berkaitan akan mendapatkan keuntungan.

Misalnya, kamu mulai berinvestasi karena mengikuti tren semata. Ada risiko besar kalau kamu akan kehilangan uang. Namun, jika risiko tersebut tidak terjadi, kamu akan mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut.

2. Risiko Khusus dan Fundamental

sebuah kota mengalami banjir yang membawa banyak risiko fundamental
Sumber: Pixabay

Risiko khusus adalah risiko yang dampaknya masih dapat diukur serta dikendalikan oleh kemampuan manusia pada umumnya. Risiko ini umumnya bersifat personal atau pribadi.

Sementara itu, risiko fundamental adalah risiko yang dampaknya sangat besar dan masif sehingga mempengaruhi banyak orang. Misalnya, sebuah bencana alam dapat membawa risiko bagi banyak orang.

3. Risiko Statis dan Dimanis

teknologi robot membawa risiko dinamis
Sumber: Pixabay

Risiko statis adalah risiko yang muncul diluar faktor ekonomi. Umumnya, risiko statis diakibatkan oleh risiko yang tidak berubah meskipun waktu berjalan, misalnya risiko bencana alam seperti banjir, tsunami, dan lainnya.

Sementara itu, risiko dinamis adalah risiko yang muncul akibat berubahnya faktor-faktor ekonomi. Contoh yang paling umum adalah perkembangan teknologi. Misalnya, tekonologi otomatisasi dapat membawa dampak besar pada pekerjaan yang ada.

Sekian informasi yang perlu JULOvers ketahui mengenai manajemen risiko keuangan dan bagaimana cara pelaksanaannya. Semoga informasi di atas dapat membantu kamu dalam mengelola risiko keuangan bisnis yang mungkin sedang dijalankan saat ini.

Sebagai informasi tambahan, JULO merupakan aplikasi finance technology yang menyediakan layanan kredit digital. Jadi, apabila JULOvers membutuhkan pinjaman dana untuk kebutuhan mendesak maupun modal usaha, silakan kunjungi aplikasi kami sekarang juga, ya!

Klik untuk Download JULO Kredit Digital
Darwin
He love eat, shop, and travel. He writes about finance, business, technology, & lifestyle on JULO Blog to help many people aware about finance and how to deal with it wisely.

Artikel Lainnya

2022-06-30   |   Tentang Julo, Gaya Hidup

Sudah Daftar JULO Charity Run? Simak Informasi dan Langkah-langkah Berikut!

Wah, tanpa terasa sebentar lagi kita sudah memasuki bulan Juli, yang berarti... JULO Charity Run sudah tinggal…

2022-06-30   |   Gaya Hidup

Jalan Cepat Beri Segudang Manfaat. Yuk, Simak dengan Cermat!

Jalan cepat sering kali dianggap remeh dan disepelekan oleh banyak orang. Sebagian besar dari mereka bahkan tidak…