Daftar Isi chevron down
Daftar Isi
Apa Itu Manajemen Risiko Keuangan?
Bagaimana Cara Melakukan Manajemen Risiko Keuangan?
1. Mengidentifikasi Risiko
2. Membuat Indikator Penilaian dan Tanggapan Risiko
3. Menyusun Perencanaan Manajemen Risiko Keuangan
4. Mengimplementasi Strategi yang Sudah Disusun
5. Mengawasi dan Mengevaluasi Strategi yang Dijalankan
Apa Saja Jenis Jenis Risiko Keuangan Yang Harus Kamu Ketahui?
1. Risiko Murni dan Spekulatif
2. Risiko Khusus dan Fundamental
3. Risiko Statis dan Dimanis

Pahami Manajemen Risiko Keuangan, serta Jenis dan Cara Menerapkannya!

manajemen risiko keuangan

Di dalam bisnis, pasti akan ada berbagai macam risiko (risk) yang mungkin dapat dihadapi suatu hari nanti. Maka dari itu, penting bagi JULOvers untuk memahami segala informasi mengenai manajemen risiko keuangan.

Melalui artikel ini, JULO akan memberikan informasi lengkap seputar pengertian dari manajemen risiko keuangan yang perlu JULOvers ketahui. Selain itu, sebagai informasi tambahan kami juga akan menjelaskan mengenai cara pengelolaan risiko keuangan.

Apa Itu Manajemen Risiko Keuangan?

apa itu manajemen resiko keuangan

Risiko keuangan atau financial risk merupakan bentuk kerugian yang dapat dihadapi oleh setiap bisnis. Hal ini dapat terjadi dikarenakan oleh berbagai faktor, baik faktor terduga maupun tidak terduga.

Untuk menghindari atau meminimalisir terjadinya risiko keuangan, maka perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen. Jadi, manajemen risiko keuangan adalah cara yang dapat dilakukan oleh bisnis dalam menyusun strategi dan memilih langkah yang tepat dalam mengantisipasi terjadinya risiko keuangan pada masa yang akan mendatang.

Baca Juga: Perhatikan Hal Berikut Ini Sebelum Memulai Usaha Sampingan!

Bagaimana Cara Melakukan Manajemen Risiko Keuangan?

Dalam melakukan manajemen risiko keuangan, ada serangkaian proses yang perlu dilakukan seperti penjelasan di bawah ini, yaitu:

1. Mengidentifikasi Risiko

mengidentifikasi resiko keuangan

Tahapan pertama yang perlu dilakukan dalam melakukan manajemen risiko keuangan adalah dengan mengidentifikasi risiko yang dapat muncul dalam suatu bisnis. Identifikasi risiko dapat membantu perusahaan memahami risiko yang dapat muncul pada masa mendatang serta menentukan strategi apa yang dapat digunakan untuk dapat menghadapi risiko tersebut.

2. Membuat Indikator Penilaian dan Tanggapan Risiko

seseorang menunjuk kertas kinerja keuangan

Setelah risiko keuangan teridentifikasi, maka selanjutnya, perlu dibuat indikator penilaian dan tanggapan risiko. Apa itu indikator penilaian risiko dan tanggapan risiko?

Indikator penilaian risiko digunakan untuk menilai tingkat kerugian yang mungkin akan dihadapi. Dari hasil indikator penilaian yang didapat, maka dibuatlah tanggapan akan risiko keuangan yang akan terjadi tersebut.

Tanggapan risiko keuangan berfungsi untuk menentukan langkah apa yang dapat diambil sesuai dengan indikator penilaian dari risiko keuangan yang terjadi pada masa mendatang. Tanggapan risiko keuangan ini sendiri ada berbagai macam mulai dari risk avoidance, risk sharing, risk reduction, hingga risk acceptance.

kredit digital Julo

3. Menyusun Perencanaan Manajemen Risiko Keuangan

menyusun rencana manajemen resiko keuangan

Di tahapan selanjutnya, kita masuk ke dalam perencanaan manajemen risiko keuangan. Pada tahapan ini, perlu dibuat perencanaan atau strategi secara rinci, sesuai dengan hasil dari indikator penilaian dan tanggapan risiko keuangan yang telah didapat sebelumnya.

Baca Juga: Pinjaman Online, Kenali 5 Pembeda Antara Legal & Ilegal!

 

4. Mengimplementasi Strategi yang Sudah Disusun

mengimplementasikan strategi untuk mendapatkan hasil

Strategi yang telah disusun dan disepakati oleh pihak manajerial akan diimplementasikan dalam bisnis tersebut. Tahapan ini sangatlah penting karena jika terjadi sebuah error atau kesalahan saja, maka akan timbul dampak yang dapat merugikan perusahaan.

Baca Juga: 4 Tujuan Manajemen Keuangan

Pada tahapan ini, setiap orang yang terlibat di dalam strategi yang telah disusun harus memiliki komunikasi yang baik untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik. Dengan demikian, tingkat keberhasilan dari strategi yang telah diimplementasikan dapat memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

5. Mengawasi dan Mengevaluasi Strategi yang Dijalankan

seorang eksekutif sedang berkonsultasi dengan pegawainya

Tahapan terakhir yang perlu dilakukan yaitu mengawasi serta melakukan evaluasi terhadap strategi yang dijalankan. Tahapan ini penting untuk melihat hal apa yang perlu diperbaiki ketika sebuah strategi sedang berlangsung atau untuk strategi selanjutnya.

Apa Saja Jenis Jenis Risiko Keuangan Yang Harus Kamu Ketahui?

Untuk dapat mengelola risiko keuangan dengan lebih baik, tidak ada salahnya kamu mengenal jenis jenis risiko keuangan yang dapat mengancam keuangan kamu. Secara garis besar, ada tiga jenis risiko keuangan yang harus kamu pahami.

1. Risiko Murni dan Spekulatif

pasar saham memiliki banyak risiko spekulatif

Risiko murni adalah risiko yang apabila terjadi akan menimbulkan kerugian atau loss bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Apabila risiko tersebut tidak terjadi, pihak-pihak yang berkepentingan tidak mendapatkan keuntungan atau profit.

Misalnya, ketika kamu mengalami kecelakaan saat berkendara, kamu mungkin kehilangan kendaraan kamu karena rusak. Tetapi, jika kecelakaan tidak terjadi, maka tidak ada yang berubah dari kehidupan kamu.

Berbeda dengan risiko murni, risiko spekulatif adalah risiko yang jika terjadi akan memberikan kerugian. Namun, jika risiko tersebut tidak terjadi, pihak-pihak yang berkaitan akan mendapatkan keuntungan.

Misalnya, kamu mulai berinvestasi karena mengikuti tren semata. Ada risiko besar kalau kamu akan kehilangan uang. Namun, jika risiko tersebut tidak terjadi, kamu akan mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut.

2. Risiko Khusus dan Fundamental

sebuah kota mengalami banjir yang membawa banyak risiko fundamental

Risiko khusus adalah risiko yang dampaknya masih dapat diukur serta dikendalikan oleh kemampuan manusia pada umumnya. Risiko ini umumnya bersifat personal atau pribadi.

Sementara itu, risiko fundamental adalah risiko yang dampaknya sangat besar dan masif sehingga mempengaruhi banyak orang. Misalnya, sebuah bencana alam dapat membawa risiko bagi banyak orang.

3. Risiko Statis dan Dimanis

teknologi robot membawa risiko dinamis

Risiko statis adalah risiko yang muncul diluar faktor ekonomi. Umumnya, risiko statis diakibatkan oleh risiko yang tidak berubah meskipun waktu berjalan, misalnya risiko bencana alam seperti banjir, tsunami, dan lainnya.

Sementara itu, risiko dinamis adalah risiko yang muncul akibat berubahnya faktor-faktor ekonomi. Contoh yang paling umum adalah perkembangan teknologi. Misalnya, tekonologi otomatisasi dapat membawa dampak besar pada pekerjaan yang ada.

Sekian informasi yang perlu JULOvers ketahui mengenai manajemen risiko keuangan dan bagaimana cara pelaksanaannya. Semoga informasi di atas dapat membantu kamu dalam mengelola risiko keuangan bisnis yang mungkin sedang dijalankan saat ini.

Sebagai informasi tambahan, JULO merupakan aplikasi finance technology yang menyediakan layanan kredit digital. Jadi, apabila JULOvers membutuhkan pinjaman dana untuk kebutuhan mendesak maupun modal usaha, silakan kunjungi aplikasi kami sekarang juga, ya!

Artikel Lainnya

Gaya Hidup
Tips Berpetualang Solo Traveling di Indonesia Agar Tetap Seru!
Gaya Hidup
 Biaya Perpanjangan SIM C: Semua yang Perlu Kamu Tahu
29 Desember 2023
Raka Maharsi Setiabudi Riza