Daftar Isi
Apa Saja yang Harus Diperhitungkan dalam Biaya Renovasi Rumah?
1. Tenaga Kerja
2. Tanah dan Bangunan
3. Biaya Cadangan
Bagaimana Agar Renovasi Rumah Tidak Melebihi Biaya yang Dipersiapkan?
1. Tentukan Pembiayaan Sebelum Menentukan Bujet 
2. Prioritaskan Kebutuhan Renovasi
3. Buat Rencana Renovasi Rinci dengan Perkiraan Biaya
Daftar Isi
Apa Saja yang Harus Diperhitungkan dalam Biaya Renovasi Rumah?
1. Tenaga Kerja
2. Tanah dan Bangunan
3. Biaya Cadangan
Bagaimana Agar Renovasi Rumah Tidak Melebihi Biaya yang Dipersiapkan?
1. Tentukan Pembiayaan Sebelum Menentukan Bujet 
2. Prioritaskan Kebutuhan Renovasi
3. Buat Rencana Renovasi Rinci dengan Perkiraan Biaya

Biaya Renovasi Rumah dan Tipsnya Agar Lancar

biaya renovasi rumah

Rumah adalah tempat tinggal, di mana JULOvers tidak hanya tinggal di dalamnya, tapi juga memiliki perasaan nyaman dan rasa memiliki. Agar fungsinya sebagai tempat tinggal yang memberikan kenyamanan tetap terjaga, rumah juga perlu dirawat, salah satunya dengan melakukan beberapa perubahan. Kira-kira berapa biaya renovasi rumah yang harus dikeluarkan?

Renovasi rumah tentu butuh biaya yang tidak sedikit, belum lagi prosesnya yang biasanya butuh waktu lama. Karenanya, agar pengeluaran tidak membengkak, cari tahu dulu rincian biayanya dan tips pengerjaannya agar bisa berjalan lancar!

Apa Saja yang Harus Diperhitungkan dalam Biaya Renovasi Rumah?

Apa Saja yang Harus Diperhitungkan dalam Biaya Renovasi Rumah
Sumber: Pexels

Menyusun anggaran untuk biaya renovasi rumah bisa menjadi tantangan besar, terutama bagi kamu yang belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Agar anggarannya tepat, kamu harus memperhitungkan berbagai hal dalam biaya renovasi rumah. Berikut penjelasan tentang apa saja yang harus JULOvers perlu perhitungkan untuk membuat perincian biaya renovasi rumah yang tepat!

1. Tenaga Kerja

Tenaga Kerja
Sumber: Pexels

Biaya renovasi rumah pertama yang harus kamu hitung adalah tenaga kerja. Sulit dan hampir tidak mungkin untuk merenovasi rumah sendiri, jadi kamu butuh tenaga kerja untuk melakukannya. Nah, terkait penggunaan jasa tenaga kerja untuk renovasi rumah, ada beberapa sistem pembayaran yang umum dilakukan, yaitu harian, borongan jasa, dan borongan penuh. Berikut rincian biayanya:

  • Biaya tukang harian - Berkisar antara Rp125.000–Rp150.000 per hari. Ini hanya merupakan biaya jasa, lho, JULOvers. Jadi, kamu tetap harus mengeluarkan biaya lainnya, seperti biaya material. Salah satu kelebihan menggunakan tukang harian adalah hasil pekerjaan yang biasanya lebih rapi karena dikerjakan secara detail per hari. Kamu juga bisa hire tukang harian jika butuh tukang yang memiliki keahlian khusus, misalnya ahli lantai pemasangan lantai atau pipa.
  • Biaya tukang borongan jasa - Nominalnya disesuaikan dengan luas proyek renovasi rumah. Biaya tukang borongan jasa umumnya berkisar Rp1.000.000–Rp1.500.000/m2. Besar biayanya tergantung pada luas bangunan, bukan lama pengerjaan. Karenanya, meskipun waktu pengerjaan lebih lama dari target yang ditentukan, kamu tidak perlu membayar lebih. 
  • Biaya tukang borongan penuh - Ini bisa jadi pilihan jika kamu tidak mau repot memisah biaya jasa dan material. Sebab, selain jasa, sistem pembayaran ini sudah termasuk bahan-bahan bangunan yang diperlukan untuk renovasi rumah. Total biayanya bervariasi, tergantung jenis material yang dipilih untuk renovasi rumah dan luas rumah. Contohnya, untuk renovasi besar, harganya berkisar antara Rp 2.500.000-Rp 4.000.000/m2

2. Tanah dan Bangunan

Tanah dan Bangunan
Sumber: Pexels

Kamu hanya perlu siapkan biaya tanah dan bangunan jika renovasi rumah butuh penambahan luas tanah. Jika tidak, maka kamu tidak harus menghitung biaya membeli tanah, kok

Sebagai contoh, jika kamu berencana memperluas rumah sebesar 25 meter persegi dan harga tanahnya Rp1.000.000/m2, maka biaya yang perlu kamu siapkan untuk tanah dan bangunan adalah 25 x Rp1.000.000 = Rp25.000.000. Kalau kamu tidak membutuhkan perluasan tanah saat renovasi rumah, kamu cukup hitung biaya material dan jasa untuk tukang saja.

3. Biaya Cadangan

Biaya Cadangan
Sumber: Pexels

Kamu perlu menyiapkan biaya cadangan jika sewaktu-waktu ada keperluan lain yang perlu dikeluarkan selama proses renovasi rumah. Misalnya, harga material bisa mengalami kenaikan di tengah-tengah pengerjaan atau kamu ingin mengubah bentuk renovasi yang sudah selesai dikerjakan.

Nah, berbagai kondisi seperti ini perlu diantisipasi dengan menyiapkan dana darurat. Besaran dana cadangan yang ideal adalah 10% dari total biaya renovasi rumah yang sudah kamu hitung. Contoh perhitungan total biaya yang dibutuhkan untuk renovasi rumah adalah: 

  • Luas renovasi rumah minimalis 40 m2.
  • Sistem pembayaran borongan penuh Rp2.500.000,00/m2. Jadi, biaya material dan jasa sesuai luas renovasi rumah adalah 40 x Rp2.500.000 = Rp 100.000.000. 
  • Biaya cadangan sebesar 10% dari Rp100.000.000 adalah Rp10.000.000
  • Jadi, total estimasi biaya renovasi rumah yang kamu butuhkan adalah sebesar Rp110.000.000.

 

bayar tagihan online Julo

 

Bagaimana Agar Renovasi Rumah Tidak Melebihi Biaya yang Dipersiapkan?

Bagaimana Agar Renovasi Rumah Tidak Melebihi Biaya yang Dipersiapkan
Sumber: Pexels

Pengaturan bujet yang tepat akan bisa membantu kamu untuk menghindari kelebihan biaya. Berikut beberapa tips agar renovasi rumah tidak melebihi perkiraan biaya yang sudah kamu siapkan:

1. Tentukan Pembiayaan Sebelum Menentukan Bujet 

Tentukan Pembiayaan Sebelum Menentukan Bujet 
Sumber: Pexels

Sebelum menetapkan bujet untuk renovasi rumah, tentukan dulu sistem pembiayaannya. Misalnya dengan membayar tunai, mengambil pinjaman, atau mengajukan kredit. Nah, bujet renovasi harus sesuai dengan batas dana yang tersedia dari sistem pembiayaan yang kamu pilih.

Setelah mengetahui biaya maksimal yang bisa kamu habiskan sebagai biaya renovasi rumah, sisihkan 10 hingga 20 persen dari dana tersebut untuk pengeluaran tak terduga. Dengan begitu, kamu akan memiliki dana untuk menyelesaikan renovasi rumah apa pun yang terjadi.

2. Prioritaskan Kebutuhan Renovasi

Prioritaskan Kebutuhan Renovasi
Sumber: Pexels

https://www.pexels.com/photo/empty-modern-house-room-8146330/

Cara termudah agar biaya renovasi rumah tidak melebihi biaya yang sudah kamu siapkan adalah dengan mengetahui persis apa yang kamu inginkan. Buatlah daftar semua hal yang kamu inginkan untuk renovasi rumah, kemudian pisahkan item menjadi keinginan dan kebutuhan.

3. Buat Rencana Renovasi Rinci dengan Perkiraan Biaya

Buat Rencana Renovasi Rinci dengan Perkiraan Biaya
Sumber: Pexels

Setelah menetapkan tujuan renovasi rumah, buatlah rencana terperinci yang mencakup perkiraan biaya. Ini akan membantumu menentukan bujet renovasi dan mengomunikasikan apa yang kamu inginkan dengan tukang yang akan mengerjakan renovasi. Kamu bisa bikin spreadsheet yang mencakup setiap bagian proyek dan perkiraan biaya tenaga kerja dan material secara terperinci.

Nah, demikian penjelasan mengenai rincian biaya renovasi rumah dan tipsnya agar lancar, JULOvers. Jika kamu membutuhkan modal untuk renovasi rumah, kamu bisa mengajukan pinjaman melalui berbagai produk pinjaman JULO

JULO merupakan platform kredit digital di Indonesia yang telah mendapat izin dan berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga keamanannya terjamin. Dengan JULO Kredit Digital, JULOvers bisa pinjam dana online yang cepat cair untuk kebutuhan renovasi rumah. Kamu juga bisa manfaatkan promo siap melesat dengan cashback hingga Rp50.000 biar makin untung.  Yuk, buruan download JULO dan wujudkan impian renovasi rumah!

Artikel Lainnya

Keuangan & Bisnis
peluang usaha modal kecil
Keuangan & Bisnis
tips hemat belanja bulanan