Penipuan Berkedok JULO, Kenali 4 Modus Jahat Berikut!

Penipuan Berkedok JULO, Kenali 4 Modus Jahat Berikut!

Penipuan. Membicarakan hal yang satu ini seolah tidak pernah ada habisnya. Dari zaman ke zaman, para penipu selalu mencari beragam cara untuk dapat melancarkan aksinya serta kerap kali membawa nama penyedia layanan legal serta berizin – seperti JULO Kredit Digital di bidang fintech. Hal ini semata-mata dilakukan untuk mendapat kepercayaan para korbannya.

Sebenarnya untuk menghindari aksi penipuan, kamu bisa mengikuti beberapa tips seperti tidak membagikan informasi pribadi sampai tidak membuka link dari sembarang nomor. Namun tetap saja akan lebih baik jika JULOvers mulai memahami ragam modus penipuan berkedok JULO agar lebih waspada.

Baca Juga: 3 Cara Melaporkan Pinjaman Online Ilegal

Daftar BPJS Kesehatan, 6 Alasan Utama Harus Punya BPJS!

4 Modus Penipuan Berkedok JULO

Setelah membahas mengenai detail mengenai tips untuk menghindari penipuan, kali ini JULO akan membahas ragam modus operandi berkedok JULO yang sering digunakan. Ini dia 4 modus yang santer beredar belakangan ini:

1. Penipuan Berkedok Informasi Limit Palsu

julo
Penipuan (source: Shutterstock)

Modus penipuan berkedok JULO yang satu ini melibatkan pemberian informasi palsu mengenai limit kredit yang dapat dicairkan. Jumlah limit yang diinfokan pun sangat berbeda jauh dari limit kredit yang ditawarkan oleh JULO, dengan range antara Rp 10.000.000 – Rp 200.000.000,-. Selain itu, skema tersebut juga menjabarkan periode tenor sampai 60 bulan dan limit harus dibayarkan kembali secara penuh.

Perlu diingat oleh JULOvers bahwa JULO Kredit Digital hanya menawarkan limit sampai maksimal Rp 15.000.000,-. Selain itu, tenor pengembalian JULO juga hanya sampai 9 bulan serta pembayaran limit hanya disesuaikan dengan pemakaian di aplikasi. Dengan demikian, JULOvers tidak perlu mengembalikan seluruh limit kredit yang telah didapat.

2. Lowongan Kerja Palsu

Penipuan (source: Pexels)
Penipuan (source: Pexels)

Modus operandi yang satu ini akan mengontak langsung korban seolah sebagai tim recruiter JULO. Korban akan diminta untuk mengirimkan informasi nomor rekening dan mengunduh aplikasi JULO. Selanjutnya, JULOvers akan diminta untuk mendaftarkan diri hanya sampai di tahap foto KTP serta selfie dengan KTP dan diminta untuk memberikan screenshot pada tahap tersebut. Dengan begitu, penipu akan langsung mendapatkan data korban secara cuma-cuma.

Untuk menghindari hal ini, perlu diingat bahwa proses rekrutmen JULO tidak pernah mewajibkan calon pelamar untuk memberikan informasi pribadi seperti nomor rekening pada tahap awal, terutama informasi KTP serta selfie dengan KTP. Jika JULOvers merasa ragu dengan penawaran kerja yang didapat, kamu bisa langsung mengontak Customer Service resmi kami di cs@julo.co.id serta mengecek lowongan kerja pada akun Linkedin kami.

Baca Juga: Pinjaman Online Ilegal, Ini Dia Modus dan Daftar Lengkapnya!

3. Pengisian Google Form Palsu

Penipuan (source: Pexels)
Penipuan (source: Pexels)

Seolah tidak pernah kehabisan akal, modus operandi yang satu ini melibatkan metode pengisian Google Form. Ketimbang meminta data pribadi secara langsung, penipu akan langsung mengontak calon korban melalui Whatsapp dan meminta mereka untuk mengisi data diri melalui melalui Google Form. Data diri yang diminta juga lengkap dari KTP bahkan sampai pin ATM.

Memang betul bahwa setiap bulannya JULO mengadakan undian berhadiah dan meminta nasabah yang terpilih untuk mengisi data pribadi melalui Google Form. Akan tetapi, JULO akan mengirimkan email resmi dengan domain @julo.co.id serta tidak pernah meminta informasi pin ATM. Jika JULOvers merasa ragu dengan pengumuman pemenang yang diterima, kamu juga bisa langsung menghubungi email resmi Customer Service kami di cs@julo.co.id.

4. Email Double Disburse

Penipuan (source: Pexels)
Penipuan (source: Pexels)

Melalui modus double disburse, penipu akan mengontak langsung nasabah dengan e-mail yang mengesankan nama resmi JULO – seperti castomer.service.julo@gmail.com atau costumerservice.julo.com@gmail.com. Isi e-mail tersebut kemudian menginformasikan bahwa ada pemeliharaan sistem dan meminta nasabah untuk transfer uang yang telah dicairkan ke nomor rekening penipu. Nama rekening tujuan pun dibuat seolah mengesankan nama resmi JULO seperti DNID Dana Perusahaan JULO.

Ada kalanya memang double disburse terjadi karena ada kesalahan sistem pada aplikasi JULO. Akan tetapi, tim JULO hanya akan menghubungi nasabah untuk pengembalian dana hanya melalui e-mail resmi Customer Service JULO di cs@julo.co.id. Jika JULOvers menerima pemberitahuan serupa di luar e-mail resmi, kamu dapat langsung mengonfirmasi ke e-mail resmi Customer Service JULO untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.

Itu dia 4 modus operandi berkedok JULO yang kerap kali ditemui. Tentunya akan lebih bijak jika JULOvers selalu waspada di mana saja karena modus penipuan tidak pernah mengenal waktu dan tempat.

Yuk saatnya #HidupkanHidupmu dengan JULO Kredit Digital dan paham lebih jauh mengenai modus penipuan!

Klik untuk Download JULO Kredit Digital
Yudhistira
A digital marketer 'in the making' with some experiences in copywriting and beverage craft as Barista. Loves to travel and write some tips & lifestyle updates on JULO blog.

Artikel Lainnya

2022-06-17   |   

Memahami Manajemen Risiko Keuangan

Pahami apa itu manajemen risiko keuangan dan caranya, mulai dari mengidentifikasi resiko hingga mengevaluasi strategi…

2022-06-16   |   

Cara Memilih Motor Matic Bekas, Jangan Sampai Salah Pilih

Sepeda motor bekas merupakan sebuah pilihan yang terbaik untuk orang-orang yang tidak memiliki banyak uang. Sepeda…