Cara-Mudah-Cek-BPJS-Kesehatan-dengan-NIK

Cara Mudah Untuk Cek BPJS Kesehatan dengan NIK

Cek BPJS Kesehatan dengan NIK merupakan cara yang sudah berlangsung cukup lama, akan tetapi banyak dari para pengguna BPJS bahkan belum tahu akan hal ini. Biasanya orang yang tidak tahu bahwa bisa cek BPJS Kesehatan dengan NIK, masih menggunakan cara konvensional yaitu kartu BPJS sebagai alat pendaftaran fasilitas kesehatan. 

Bagaimana kalau kartunya hilang? Tentunya mereka tidak bisa menggunakan fasilitas kesehatan yang dicover oleh BPJS. Padahal banyak manfaat fasilitas kesehatan yang bisa diperoleh dengan memiliki BPJS Kesehatan.

Baca Juga: E-wallet, Apa Saja 5 Kelebihan Utamanya? 

Dengan mengetahui apa saja fasilitas yang ditanggung BPJS Kesehatan dan yang harus Anda tanggung sendiri, Anda bisa mempersiapkan perlindungan terhadap segala kemungkinan. Penting untuk diingat bahwa memiliki asuransi kesehatan baik swasta maupun pemerintah sama pentingnya. Dengan asuransi, Anda dan keluarga akan mendapatkan perlindungan dari berbagai masalah kesehatan yang mungkin menyerang di kemudian hari.

BPJS Kesehatan merupakan penyelenggara program jaminan sosial di bidang kesehatan yang merupakan satu diantara dari lima program dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yaitu Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Lalu apakah manfaat dari BPJS Kesehatan bisa dinikmati semua orang? Apakah penyakit kamu dicover oleh BPJS Kesehatan? Kami dari JULO sudah merangkumnya dalam artikel ini. Yuk cek disini.

Cara-Mudah-Cek-BPJS-Kesehatan-Dengan-NIK

Penyakit-Penyakit Yang Di Cover BPJS

Cara-Mudah-Cek-BPJS-Kesehatan-Dengan-NIK
Source: Pexels.com

Daftar penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan adalah salah satu hal penting untuk diketahui setiap pesertanya. BPJS Kesehatan merupakan program asuransi kesehatan dari pemerintah yang masuk ke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

BPJS Kesehatan memiliki sejumlah ketentuan tentang jenis penyakit apa saja yang bisa cover maupun tidak, seperti asuransi kesehatan lainnya. Ketentuan jenis penyakit yang ditanggung BPJS ini telah diatur sepenuhnya dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 Tahun 2014.

Setiap peserta bisa mendapatkan setidaknya 144 pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar. Dilansir dari halaman resmi BPJS Kesehatan, berikut ini adalah penyakit-penyakit yang di cover oleh BPJS Kesehatan.

  1. Kejang demam
  2. Tetanus
  3. HIV/AIDS tanpa komplikasi
  4. Tension headache (sakit kepala tegang)
  5. Migrain
  6. Bell's palsy
  7. Vertigo
  8. Gangguan somatoform
  9. Insomnia
  10. Benda asing di konjungtiva
  11. Konjungtivitis
  12. Perdarahan subkonjungtiva
  13. Mata kering
  14. Blefaritis
  15. Hordeolum
  16. Trikiasis
  17. Episkleritis
  18. Hipermetropia ringan
  19. Miopia ringan
  20. Astigmatism ringan
  21. Presbiopia
  22. Buta senja
  23. Otitis eksterna
  24. Otitis Media Akut
  25. Serumen prop
  26. Mabuk perjalanan
  27. Furunkel pada hidung
  28. Rhinitis akut
  29. Rhinitis vasomotor
  30. Rhinitis alergika
  31. Benda asing
  32. Epistaksis
  33. Influenza
  34. Pertusis
  35. Faringitis
  36. Tonsilitis
  37. Laringitis
  38. Asma bronchiale
  39. Bronchitis akut
  40. Pneumonia, bronkopneumonia
  41. Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
  42. Hipertensi esensial
  43. Kandidiasis mulut
  44. Ulcus mulut (aptosa, herpes)
  45. Parotitis
  46. Infeksi pada umbilikus
  47. Gastritis
  48. Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
  49. Refluks gastroesofagus
  50. Demam tifoid
  51. Intoleransi makanan
  52. Alergi makanan
  53. Keracunan makanan
  54. Penyakit cacing tambang
  55. Strongiloidiasis
  56. Askariasis
  57. Skistosomiasis
  58. Taeniasis
  59. Hepatitis A
  60. Disentri basiler, disentri amuba
  61. Hemoroid grade ½
  62. Infeksi saluran kemih
  63. Gonore
  64. Pielonefritis tanpa komplikasi
  65. Fimosis
  66. Parafimosis
  67. Sindroma duh (discharge) genital (Gonore dan non gonore)
  68. Infeksi saluran kemih bagian bawah
  69. Vulvitis
  70. Vaginitis
  71. Vaginosis bakterialis
  72. Salphingitis
  73. Kehamilan normal
  74. Aborsi spontan komplit
  75. Anemia defisiensi besi pada kehamilan
  76. Ruptur perineum tingkat ½
  77. Abses folikel rambut/kelj sebasea
  78. Mastitis
  79. Cracked nipple
  80. Inverted nipple
  81. DM tipe 1
  82. DM tipe 2
  83. Hipoglikemi ringan
  84. Malnutrisi energi protein
  85. Defisiensi vitamin
  86. Defisiensi mineral
  87. Dislipidemia
  88. Hiperurisemia
  89. Obesitas
  90. Anemia defiensi besi
  91. Limphadenitis
  92. Demam dengue, DHF
  93. Malaria
  94. Leptospirosis (tanpa komplikasi)
  95. Reaksi anafilaktik
  96. Ulkus pada tungkai
  97. Lipoma
  98. Veruka vulgaris
  99. Moluskum kontangiosum
  100. Herpes zoster tanpa komplikasi
  101. Morbili tanpa komplikasi
  102. Varicella tanpa komplikasi
  103. Herpes simpleks tanpa komplikasi
  104. Impetigo
  105. Impetigo ulceratif (ektima)
  106. Folikulitis superfisialis
  107. Furunkel, karbunkel
  108. Eritrasma
  109. Erisipelas
  110. .Skrofuloderma
  111. Lepra
  112. Sifilis stadium 1 dan 2
  113. Tinea kapitis
  114. Tinea barbe
  115. Tinea facialis
  116. Tinea corporis
  117. Tinea manus
  118. Tinea unguium
  119. Tinea cruris
  120. Tinea pedis
  121. Pitiriasis versicolor
  122. Candidiasis mucocutan ringan
  123. Cutaneus larvamigran
  124. Filariasis
  125. Pedikulosis kapitis
  126. Pediculosis pubis
  127. Scabies
  128. Reaksi gigitan serangga
  129. Dermatitis kontak iritan
  130. Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant)
  131. Dermatitis numularis
  132. Napkin ekzema
  133. Dermatitis seboroik
  134. Pitiriasis rosea
  135. Acne vulgaris ringan
  136. Hidradenitis supuratif
  137. Dermatitis perioral
  138. Miliaria
  139. Urtikaria akut
  140. Eksantemapous drug eruptionfixed drug eruption
  141. Vulnus laseraum, puctum
  142. Luka bakar derajat 1 dan 2
  143. Kekerasan tumpul
  144. Kekerasan tajam

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Makanan Ringan yang Viral

Cara - Cara Untuk Cek BPJS Kesehatan Dengan NIK

Cara-Mudah-Cek-BPJS-Kesehatan-Dengan-NIK
Source: Pexels.com

Status peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) di bidang kesehatan sangat penting bagi setiap orang di Indonesia.  Nomor BPJS Kesehatan menjadi penting lantaran digunakan untuk mengetahui tagihan dan membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulannya. Selain itu, nomor ini juga diperlukan saat peserta akan menggunakan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang sudah dipilih.  

Hanya saja, saat ini, peserta JKN tidak dibekali kartu identitas yang memuat nomor BPJS.  Tapi kamu tak perlu cemas. Untuk mengecek nomor BPJS Kesehatan dengan NIK KTP bisa dilakukan dengan beberapa cara. Hal itu dilakukan bagi peserta yang lupa akan nomor kartu saat diperlukan.

1. Cek BPJS Kesehatan dengan NIK via SMS

Cara-Mudah-Cek-BPJS-Kesehatan-Dengan-NIK
Source: Pexels.com

BPJS Kesehatan menyediakan layanan SMS Gateway untuk memudahkan peserta mendapatkan informasi melalui pesan singkat.  Layanan SMS Gateway diakses melalui nomor jaringan seluler nomor 08777-5500-400. Untuk bisa menggunakan layanan ini, peserta harus memastikan pulsanya mencukupi untuk mengirim dan menerima SMS.  Cara cek nomor BPJS Kesehatan dengan NIK cukup mudah, peserta hanya perlu mengirim SMS ke nomor 08777-5500-400 dengan format: NIK(spasi)Nomor NIK.

2. Cek BPJS Kesehatan dengan NIK via WhatsApp

Cara-Mudah-Cek-BPJS-Kesehatan-Dengan-NIK
Source: Pexels.com

Selain SMS Gateway, BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA) di aplikasi WhatsApp.  Setiap kantor cabang BPJS Kesehatan memiliki layanan PANDAWA dengan nomor yang berbeda. Oleh karenanya, peserta perlu mencari tahu terlebih dahulu nomor PANDAWA kantor cabang BPJS terdekat.  Kemudian, peserta bisa mengirimkan pesan WhatsApp ke nomor tersebut untuk cek BPJS Kesehatan dengan NIK. Peserta hanya perlu mengikuti instruksi dari sistem PANDAWA.

3. Cek BPJS Kesehatan dengan NIK via Media Sosial

Cara-Mudah-Cek-BPJS-Kesehatan-Dengan-NIK
Source: Pexels.com

Cara cek BPJS Kesehatan dengan NIK juga dapat dilakukan melalui media sosial BPJS Kesehatan yang resmi, seperti Twitter @BPJSKesehatanRI, Facebook di facebook.com/BPJSKesehatanRI, dan Instagram @bpjskesehatan_ri.  Caranya, peserta mengirimkan pesan di akun media sosial tersebut dengan menanyakan nomor BPJS Kesehatannya dan mencantumkan NIK KTP. Kemudian, tunggu petugas BPJS Kesehatan membalas. 

4. Cek BPJS Kesehatan dengan NIK via Call Center

Cara-Mudah-Cek-BPJS-Kesehatan-Dengan-NIK
Source: Pexels.com

Peserta dapat menghubungi call center BPJS Kesehatan untuk cek BPJS Kesehatan dengan NIK KTP dengan menelepon nomor 165. Call center BPJS Kesehatan ini dapat dihubungi 24 jam.

5. Cek BPJS Kesehatan dengan NIK via Mobile JKN

Cara-Mudah-Cek-BPJS-Kesehatan-Dengan-NIK
Source: Pexels.com

Aplikasi Mobile JKN dapat diunduh di Google Play Store maupun App Store. Kemudian, peserta dapat mengikuti cara cek BPJS Kesehatan berikut:  

  • Buka aplikasi Mobile JKN
  • Login dengan NIK dan password
  • Ketik kode captcha di kolom yang sudah disediakan. Lalu klik Login. 
  • Pilih menu Peserta
  • Nomor BPJS Kesehatan dapat dilihat di kartu digital yang ada di dalam aplikasi tersebut.

6. Cek BPJS Kesehatan dengan NIK via Kantor Cabang

Cara-Mudah-Cek-BPJS-Kesehatan-Dengan-NIK
Source: Pexels.com

Jika cara-cara di atas tidak ada yang berhasil dilakukan, maka peserta dapat mendatangi langsung kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat.  Berikut cara cek nomor BPJS Kesehatan dengan NIK di kantor cabang:

  • Datangi kantor cabang terdekat. Ambil nomor antrean dan tunggu.
  • Sampaikan ke petugas bahwa ingin mengecek nomor BPJS kesehatan dengan NIK. 
  • Sebutkan NIK ke petugas dan petugas akan menginformasikan nomor BPJS Kesehatan.

Cara-Mudah-Cek-BPJS-Kesehatan-Dengan-NIK

Demikianlah cara - cara cek BPJS Kesehatan dengan NIK yang JULOvers perlu ketahui, agar suatu saat ketika JULOvers ingin menggunakan fasilitas kesehatan bisa dengan NIK saja. Dan tentunya kalau sudah bisa cek BPJS Kesehatan dengan NIK KTP, jangan lupa membayar tagihan BPJS Kesehatannya. Supaya semua fasilitas BPJS Kesehatan bisa dinikmati oleh JULOvers.

Bahkan sekarang membayar iuran BPJS Kesehatan bisa lewat aplikasi JULO Kredit Digital lho. Jadi tidak ada lagi kata terlambat bayar iuran BPJS Kesehatan, karena semua pembayaran JULOvers bisa lewat aplikasi tercanggih dalam satu genggaman smartphone. Tidak hanya membayar BPJS Kesehatan , tapi JULO Kredit Digital juga memiliki fitur pembayaran lainnya seperti:

  • Tarik Dana
  • Kirim Dana
  • Bayar BPJS
  • Isi Dompet Digital
  • Bayar e-commerce
  • Isi Pulsa dan Data
  • Bayar Tagihan Listrik
  • Bayar Kartu Pascabayar

Fiturnya lengkap banget kan? Apalagi JULOvers bisa mendapatkan limit sampai dengan 15 juta rupiah dengan bunga rendah dari 0,1% per harinya. Tidak hanya tenor cicilan yang fleksibel sampai 9 bulan, tanggal pengembalian dapat disesuaikan dengan tanggal gajian sehingga mempermudah JULOvers dapat mengatur arus keuangan dan dapat terhindar dari risiko telat bayar. Dan tentunya aplikasi ini sudah berizin dari Otoritas Jasa Keungan (OJK) juga lho.

Jadi tunggu apalagi JULOvers? Ayo #SiapMelesat bersama aplikasi JULO Kredit Digital.

Klik untuk Download JULO Kredit Digital
Yudhistira
A digital marketer 'in the making' with some experiences in copywriting and beverage craft as Barista. Loves to travel and write some tips & lifestyle updates on JULO blog.

Artikel Lainnya

2022-06-30   |   Tentang Julo, Gaya Hidup

Sudah Daftar JULO Charity Run? Simak Informasi dan Langkah-langkah Berikut!

Wah, tanpa terasa sebentar lagi kita sudah memasuki bulan Juli, yang berarti... JULO Charity Run sudah tinggal…

2022-06-30   |   Gaya Hidup

Jalan Cepat Beri Segudang Manfaat. Yuk, Simak dengan Cermat!

Jalan cepat sering kali dianggap remeh dan disepelekan oleh banyak orang. Sebagian besar dari mereka bahkan tidak…