modal usaha umkm

Tips Mendapatkan Modal Usaha UMKM Tanpa Agunan

JULOvers tidak perlu mempunyai agunan untuk mendapatkan modal usaha UMKM. Banyak sekali alternatif kredit yang menawarkan pinjaman tanpa agunan untuk bisnismu. Layanan ini sering dimanfaatkan oleh pebisnis baru atau usaha kecil yang sudah berjalan selama beberapa bulan. Mereka tidak kesulitan dalam mendapatkan dana cepat berkat opsi kredit tanpa jaminan ini.

Mayoritas lembaga keuangan seperti bank selalu mengharapkan agunan atau jaminan saat debitur mengajukan utang. Agunan berguna sebagai penjamin kepastian bagi kreditur ketika kamu tidak sanggup melunasi pinjaman dan bunganya. Kamu sebagai debitur juga semakin bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban tersebut karena ada aset yang digunakan sebagai jaminan mereka.

Bagiamana Cara Aman Memperoleh Modal Usaha UMKM tanpa Jaminan?

siklus merubah aset menjadi modal dan sebaliknya

(Sumber: Pxhere)

UMKM atau bisnis baru biasanya belum memiliki aset memadai sebagai jaminannya. Namun, kamu tetap bisa mendapatkan pendanaan meski tidak ada aset yang digadaikan. Mereka bisa mengikuti program Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari bank atau menggunakan pinjaman online sebagai solusinya.

JULOvers harus mengetahui beberapa tips penting dalam pengajuan pinjaman online. Mulai dari pemilihan jenis pinjaman hingga membaca persyaratannya, semuanya harus dilakukan supaya keamanannya tetap terjaga. 

Apa saja tips yang bisa diterapkan bagi calon debitur KTA? Simak uraiannya di bawah ini.

1. Pahami Pilihan Kredit

kartu kredit dan tumpukan uang dibelakangnya

(Sumber: Pixabay)

Walaupun banyak pilihan kreditur tanpa jaminan, kamu harus mengenal masing-masing jenisnya. Prosedur peminjaman dan persyaratan antar lembaga keuangan berbeda tergantung kebijakannya. Ada tiga tempat penyedia pinjaman tanpa agunan yang bisa kamu pilih, yaitu bank melalui program KTA-nya, koperasi, dan pinjaman online.

JULOvers bisa melakukan riset untuk mencari daftar bank yang menyediakan program KTA. Bank tidak meminta aset sebagai agunannya. Mereka cukup memerlukan informasi berupa KTP, kartu keluarga, dan beberapa dokumen terkait bisnis. Program KTA ini memiliki keuntungan dan kelemahannya sendiri, jadi kamu harus melakukan riset dulu sebelum mengajukan pinjamannya.

Kamu juga dapat mencoba koperasi simpan pinjam untuk mendapatkan modal usaha UMKM. Pilihan ini cocok kalau kamu tidak membutuhkan plafon dana yang terlalu besar untuk menjalankan usaha. Namun, kamu harus memerhatikan bunga atau margin yang ditawarkan. Pastikan bunganya dapat dilunasi dan jumlahnya tidak memberatkan keuangan usahamu.

Baca Juga: 5 Cara Mengajukan Pinjaman UMKM Online yang Mudah

Terakhir, kamu bisa mencoba pinjaman online tanpa agunan. Kamu cukup mengisi formulir di aplikasinya dan mengunggah dokumen yang diminta. Setelahnya, kamu tinggal menunggu waktu hingga dananya cair dan siap digunakan untuk usahamu. Banyak sekali penyedia layanan seperti ini, tetapi kamu harus teliti dalam memilihnya. Utamakan memilih penyedia yang resmi dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memiliki review bagus dari pengguna sebelumnya. 

 

kredit digital Julo

2. Tinjau Keuangan Bisnismu

seseorang sedang menghitung dengan grafik di papan tulis

(Sumber: Pixabay)

UMKM yang baru berjalan biasanya sulit mendapatkan pendanaan daripada jenis bisnis lainnya. Bank dan koperasi cenderung menerapkan beberapa persyaratan terkait bisnis dalam proses KTA. Contoh syaratnya adalah bisnis harus berjalan dalam jangka waktu tertentu atau memiliki modal dalam jumlah yang tidak sedikit.

Pinjaman online lebih fleksibel dalam menawarkan pinjaman KTA. Contohnya, ada penyelenggara pinjaman online yang bisa memberikan pinjaman tanpa agunan pada bisnis yang baru beroperasi selama enam bulan.

Apapun pilihan penyedianya, kamu tetap harus mengevaluasi keuangan UMKM. Langkah evaluasinya bisa berupa kegiatan ini: 

  • mengecek skor kredit pribadi dan bisnis; 
  • memperbaharui neraca saldo;
  • membuat beberapa dokumen keuangan, seperti pernyataan profit dan arus kas; dan
  • melakukan review arus kas dan pengeluaran yang sudah dilakukan.

Langkah ini harus dilakukan supaya kamu bisa memastikan bahwa bisnismu layak mendapat pinjaman. Selain itu, kamu dapat memperkirakan kemampuan pelunasan utang dengan menghitung pendapatan bulanan UMKM. Jadi, jangan lewatkan langkah ini supaya bisnismu mendapat reputasi baik di mata kreditur.

Baca Juga: Ragam Jenis Pinjaman Online yang Dapat Dicoba

3. Pahami Syarat dan Ketentuannya

seseorang menandatangani sebuah kontrak

(Sumber: Pxhere)

Kreditur selalu menyediakan syarat dan ketentuan yang wajib dipatuhi oleh debitur. Kamu harus memerhatikan semua persyaratan tersebut dalam surat perjanjian peminjaman dana. Tinjau semua klausul yang dicantumkan di surat tersebut, seperti jumlah bunga pinjaman setiap bulannya, jadwal pembayaran, risiko atau denda apabila tidak membayar, annual percentage rate (APR), dan sebagainya.

Ada pula biaya yang dibebankan selain bunga, seperti biaya administrasi, biaya aplikasi, dan lain-lain. Jangan abaikan komponen ini dan tanyakan kepada kreditur mengenai biaya apa saja yang harus dibayar. Meski kondisi keuangan bisnismu sedang membaik, tentu kamu tidak mau ada dana keluar untuk membayar penalti yang tidak diinginkan, bukan?

Baca Juga: Ikuti Cara Menghitung Bunga Pinjaman Yang Mudah Berikut Ini

Kreditur juga harus menyediakan informasi prosedur penagihan dalam klausulnya. Proses penagihan seharusnya dilakukan sesuai regulasi OJK yang berlaku. Khusus untuk pinjaman online, kamu bisa mencari tahu mengenai prosedur penagihan mereka lewat situs berita atau toko aplikasi (app store) untuk mengantisipasi kejadian terburuk.

Jangan ragu untuk bertanya kepada teller atau Customer Service jika ada klausul yang tidak dipahami. Kamu juga bisa menanyakan beberapa pertanyaan apabila ada keraguan mengenai syaratnya. Penyelenggara layanan pinjaman yang baik selalu memberikan pelayanan prima dan memastikan konsumen paham dengan produk kreditnya.

Pinjaman atau kredit untuk modal usaha UMKM memang berisiko bagi bisnis, apalagi jika tidak ada agunan dalam klausulnya. Namun, risiko dapat dikurangi kalau kamu menerapkan trik di atas.

Jadi, penyedia layanan kredit mana yang kamu pilih untuk mendapatkan pinjaman tanpa agunan? Kalau memilih kredit online, ikuti saja program JULO Kredit Digital. Selain meminjam uang, kamu bisa melakukan transaksi lainnya, seperti bayar tagihan dan top-up saldo dompet digital dengan aplikasi JULO. Yuk, download aplikasi JULO dan rasakan kemudahan pengajuan pinjaman tanpa agunan untuk menambah modal usaha UMKM kamu.

Klik untuk Download JULO Kredit Digital
Darwin
He love eat, shop, and travel. He writes about finance, business, technology, & lifestyle on JULO Blog to help many people aware about finance and how to deal with it wisely.

Artikel Lainnya

2022-05-18   |   

4 Ide Bisnis Sederhana untuk Menambah Penghasilan

Temukan ide bisnis sederhana, seperti menjual kaos, paket data dan pulsa, hingga parcel atau hampers, untuk menambah…

2022-05-18   |   

4 Ide Bisnis Makanan Online yang Laris di Pasaran

Temukan ide bisnis makanan online yang laris di pasaran, seperti seblak, makarani goreng, aneka keripik, dan salad buah…