pinjaman untuk modal usaha

6 Tips Penting sebelum Mengajukan Pinjaman untuk Modal Usaha

Pinjaman merupakan salah satu solusi populer dalam mendapatkan modal bisnis. JULOvers bisa memanfaatkan program pinjaman untuk modal usaha dari lembaga keuangan atau penyedia layanan kredit. Walaupun banyak sumber kredit untuk bisnis, kamu mesti mengetahui beberapa tips tepat supaya pengajuan pinjaman disetujui.

Keputusan menggunakan pinjaman sebagai salah satu sumber modal bisnis bukanlah hal yang mudah. Kamu harus mempertimbangkan kemampuan pembayaran utang sebelum mencapai tenggat waktu yang ditentukan. Beban bunga, biaya administrasi, dan deretan persyaratan lainnya merupakan juga menjadi kekhawatiran wiraswasta dalam mengajukan kredit

Apa Saja Langkah Wajib sebelum Mengajukan Pinjaman untuk Modal Usaha?

seseorang sedang menandai checklist di buku catatan

(Sumber: Stocksnap)

Kekhawatiran mengenai pengajuan pinjaman dapat diatasi kalau kamu mengambil langkah persiapannya. Kamu bisa mengantisipasi risiko yang muncul karena sudah mengetahui kapabilitas pembayaran utangnya. Selain itu, persiapan juga membantu supaya kamu tidak terjebak ke dalam berbagai masalah terkait utang.

Apa saja cara yang harus kamu lakukan sebelum memutuskan untuk mengajukan kredit usaha? Simak uraiannya di bawah ini.

1. Ketahui Tujuan Pinjaman

seseorang menempatkan jarinya di tengah papan panah

(Sumber: Maxpixel)

Kamu harus mengetahui tujuan penggunaan dana pinjaman sebelum mengajukannya. Wiraswasta biasanya menggunakan dana pinjaman untuk meningkatkan peralatan, pengembangan bisnis, mengakuisisi bisnis, ekspansi, peningkatan produksi dan tenaga kerja, serta beberapa tujuan lainnya. Kalau sudah tahu tujuannya, kamu bisa memperkirakan jumlah dana yang dibutuhkan.

Baca Juga: Cara Dapat Pinjaman untuk Modal Usaha Awal

Ada pula wiraswasta yang membutuhkan pinjaman untuk memulai usaha. Alasan tersebut benar, tapi lembaga keuangan biasanya hanya memberikan kredit kepada bisnis yang sudah berjalan selama minimal enam bulan. Jangan ragu, kamu bisa mengandalkan sumber pinjaman lain untuk memulai usaha, seperti pegadaian atau aplikasi kredit online seperti JULO.

2. Kenali Kelayakan Bisnis

kartu kredit dengan penanda skor di atasnya

(Sumber: Pixabay)

Kreditur sangat teliti dalam memberikan pinjaman kepada debitur. Mereka akan melihat kelayakan bisnismu sebelum menerima permintaan pinjamanmu. Langkah ini bisa menjadi kesempatan bagi JULOvers untuk membuktikan bisnismu memenuhi syarat mendapatkan kredit. Kamu bisa mencari tahu persyaratan pinjaman yang diberikan oleh kreditur dan mempersiapkannya supaya pengajuanmu langsung disetujui. 

Persyaratan yang diberikan kreditur biasanya bervariasi. Namun, mereka akan memerhatikan skor kredit bisnis dan pemiliknya, jaminan atau agunan yang diberikan, serta lama waktu bisnis telah beroperasi. Kreditur membutuhkan informasi skor kreditmu secara personal demi menghindari risiko dalam proses pelunasan utang. Agunan dan waktu operasi bisnis menjadi persyaratan penting untuk menjamin keamanan proses pinjamannya.

3. Perkirakan Kemampuan Pelunasan

seseorang sedang menghitung dengan grafik di papan tulis

(Sumber: Pixabay)

Langkah berikutnya, kamu harus menghitung jumlah dana yang ingin dipinjam. Tetapkan juga tenor atau jangka waktunya, kemudian buat proyeksi pelunasan utang setiap bulannya. Dua angka tersebut berguna supaya kamu bisa mengetahui kemampuan pelunasan utang sampai tenornya berakhir.

Baca Juga: Ikuti Cara Menghitung Bunga Pinjaman Yang Mudah Berikut Ini

Kamu dapat menggunakan rumus debt service amount coverage ratio (DSCR) untuk mengetahui perbandingan utang dan pendapatan bersih bisnis. Cara menghitungnya sederhana, yaitu total pendapatan operasional bersih dibagi akumulasi jumlah utang dan bunganya. DSCR juga menjadi pertimbangan lembaga keuangan dalam memberikan pendanaan. Mereka memilih debitur dengan angka DSCR minimal 1.25 atau lebih.

 

kredit digital Julo

4. Siapkan Dokumen yang Diperlukan

tumpukan dokumen dengan segelas kopi di sampingnya

(Sumber: Negativespace)

Apapun pilihan layanan pinjamannya, semuanya membutuhkan dokumen penting terkait bisnis sebagai persyaratannya. Dokumen wajib dalam pengajuan pinjaman biasanya berupa KTP atau paspor, NPWP, slip penghasilan bisnis secara bulanan, lembar pajak, dan business plan. Lembaga keuangan konvensional seperti bank biasanya membutuhkan persyaratan lebih banyak.

Siapkan semua persyaratan tersebut sebelum kamu melakukan pengajuan pinjaman. Kreditur membutuhkan dokumen tersebut untuk mengetahui informasi mengenai bisnismu. Dokumen pribadi seperti KTP berguna supaya mereka bisa melakukan cross check terkait skor kreditmu.

5. Pilih Penyedia Layanan Pinjaman

kumpulan orang sedang bekerja di depan laptop

(Sumber: Pxhere)

Wiraswasta bijak sebaiknya mempunyai dua atau lebih calon sumber pinjaman. Apapun penyedia layanannya, kamu harus membuat pertimbangan untuk mendapatkan calon kreditur terbaik. Lihat reputasi, ulasan debitur lain, dan legalitas terkait lembaga keuangan yang digunakan. Semua pertimbangan tersebut berguna supaya kamu tidak memilih aplikasi kredit yang salah.

Baca Juga: Butuh Modal Usaha, 4 Fintech Legal Ini Bisa Jadi Solusi!

Selain mempertimbangkan faktor di atas, pastikan juga lembaga keuangan yang dipilih cocok dengan bisnismu. Tanyakan kepada mereka mengenai biaya, bunga, jaminan, denda, dan risiko apabila tidak melunasi utang tepat waktu. Jangan hanya memerhatikan kualitas dan nama baik krediturnya, tapi perhatikan pula kemampuan bisnismu selama periode peminjaman berlangsung.

6. Baca Seluruh Syarat dan Ketentuan Pinjaman

dokumen yang telah ditandatangani di papan dokumen

Langkah terakhir ini tidak boleh dilewatkan saat mengajukan pinjaman. Setiap lembaga keuangan memiliki deretan syarat dan ketentuan yang berlaku. Baca setiap klausulnya secara teliti dan jangan ragu bertanya kepada teller atau Customer Service (CS) jika ada hal yang tidak kamu pahami. Kreditur terbaik selalu memastikan debiturnya bisa memahami prosedur peminjaman di lembaganya.

Kalau kamu sudah yakin dengan syarat dan ketentuannya, tandatangani surat perjanjian atau kontrak pinjaman yang tersedia. Kreditur akan meninjau persyaratan dokumen kamu, kemudian menerima pengajuan pinjaman apabila memenuhi syarat. Proses pencairan dananya biasanya berlangsung secara instan atau dilakukan dalam beberapa jam. Setelah dana cair, barulah kamu bisa menggunakannya sesuai tujuan bisnismu.

Jangan lupa untuk selalu melunasi pinjaman serta bunganya sesuai tenggat waktu yang telah disepakati. Keterlambatan pengembalian dana berujung pada denda atau pinalti. Masalah ini tidak hanya memengaruhi keuangan bisnis, tapi juga skor kredit kamu selaku pemilik bisnis.

Langkah persiapan sebelum mengajukan pinjaman untuk modal usaha memang panjang. Namun, semua itu harus dilakukan supaya bisnismu terhindar dari risiko yang bisa membahayakan bisnis. Kalau JULOvers sudah melakukan langkah di atas, kamu bisa mengajukan pinjaman di JULO, aplikasi kredit digital tepercaya di Indonesia. JULO menawarkan bunga rendah selama tenor pinjamannya, jadi kamu lebih mudah melunasi kreditmu. Segera download aplikasinya dan kembangkan bisnismu bersama JULO.

Klik untuk Download JULO Kredit Digital
Darwin
He love eat, shop, and travel. He writes about finance, business, technology, & lifestyle on JULO Blog to help many people aware about finance and how to deal with it wisely.

Artikel Lainnya

2022-05-18   |   

4 Ide Bisnis Sederhana untuk Menambah Penghasilan

Temukan ide bisnis sederhana, seperti menjual kaos, paket data dan pulsa, hingga parcel atau hampers, untuk menambah…

2022-05-18   |   

4 Ide Bisnis Makanan Online yang Laris di Pasaran

Temukan ide bisnis makanan online yang laris di pasaran, seperti seblak, makarani goreng, aneka keripik, dan salad buah…